Depok, 14 Februari 2026 – BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi bagi Guru SMK dan Instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) pada 9–13 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 80 Guru SMK mata pelajaran Bahasa Inggris, IPAS, dan Matematika serta 80 Instruktur LKP Program Keahlian Kecantikan dan Spa, Perhotelan, Kuliner, dan Pemasaran. Pelatihan ini menjadi ruang penguatan kapasitas pendidik vokasi agar semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, PKPLK, Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D., secara resmi membuka kegiatan dan menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan sebuah investasi. Ia berharap terjadi transfer teknologi dan penguatan etika kerja industri yang nyata, serta kompetensi yang diperoleh tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar terimplementasi di ruang praktik sekolah dan lembaga kursus masing-masing.
Secara khusus, Dirjen menekankan peran Guru Umum sebagai “pemberi warna” pada kompetensi teknis siswa. Matematika dalam vokasi harus menjadi alat hitung bisnis yang akurat, Bahasa Inggris menjadi kunci pembuka pintu industri pariwisata global, dan IPAS harus bergerak pada literasi sains dan numerasi yang aplikatif.
Turut hadir Kepala BBPPMPV Bispar, Dr. Nana Halim, S.E., M.M., yang menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan guru dalam merancang pembelajaran terapan yang terintegrasi dengan kompetensi kejuruan, sekaligus meningkatkan keterampilan instruktur LKP agar selaras dengan perkembangan industri dan dunia usaha.
Melalui pelatihan ini, BBPPMPV Bispar menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidik vokasi yang profesional, inovatif, dan relevan dengan tuntutan zaman, demi mencetak lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja.
Sumber: Tim Humas