Yuk, mengenal lebih jauh apa itu Matcha dan Sencha (Green Tea)!
Saat ini, makanan dan minuman dengan penambahan matcha sangat populer di kalangan masyarakat. Rasa, aroma, dan warna matcha yang khas pada produk kuliner dapat membawa sensasi rileks bagi penikmatnya yang disebabkan oleh kandungan L-theanine pada matcha.
Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian tahun 2020 yang menyatakan bahwa konsumsi L-theanine meningkatkan gelombang alfa otak. Dalam penelitian tersebut, relawan diberikan 200 mg L-theanine dan ditemukan adanya peningkatan gelombang alfa pada otak. Gelombang alfa sering dikaitkan dengan keadaan relaksasi.
Artikel ini merupakan bentuk diseminasi hasil program magang penulis di PT Delifru Jakarta tahun 2026. Penulis berprofesi sebagai PNS dengan jabatan Widyaiswara Kelompok Kerja Kuliner BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata. Artikel ini diharapkan menjadi referensi bagi masyarakat luas pencinta kuliner.
Matcha dan Sencha (Green Tea) merupakan dua jenis teh yang berbeda. Berikut perbedaan antara Matcha dan Sencha:
| Aspek | Matcha | Green Tea (Sencha) |
|---|---|---|
| Bentuk fisik | Bubuk teh hijau yang sangat halus. | Daun teh hijau kering. |
| Penggunaan untuk minuman | Matcha diaduk bersama air menggunakan perlakuan khusus, sedangkan daun Sencha direndam atau diseduh dalam air.
|
|
| Perlakuan prapanen | Menggunakan penghalang sinar matahari selama sekitar 20 hari (shade-grown).
|
Tanpa menggunakan penghalang sinar matahari (grown in the sun).
|
| Waktu panen | Panen pertama. | Panen kedua dan seterusnya. |
| Jumlah daun | Tiga pucuk teratas. | Lima sampai enam daun teratas beserta batangnya. |
| Penyajian | Untuk upacara minum teh di Jepang. | Untuk kegiatan minum teh sehari-hari di Jepang. |
| Warna, rasa, dan aroma | Hijau pekat, umami kuat, creamy, sedikit pahit dan sepat, dengan aroma vegetal atau rumput. | Hijau kekuningan, rasa lebih ringan dan segar, sedikit sepat, dengan aroma bersih atau vegetal. |
Matcha memiliki grade yang berbeda, yaitu Ceremonial Grade dan Culinary Grade.
Ceremonial Grade dapat disajikan sebagai koicha, usucha, dan matcha latte premium. Culinary Grade dapat digunakan untuk matcha latte, matcha pastry cream, dan soft cookies matcha.
Secara fisik, warna Ceremonial Matcha lebih tegas atau hijau cerah. Rasa pahitnya lebih rendah, dengan karakter vegetal, umami, sedikit manis, tekstur lebih halus, dan aroma segar.
Demikianlah perkenalan kita dengan Matcha dan Sencha (Green Tea). Semoga kita semakin menghargai dan mencintai Matcha dan Sencha, serta ikut menduniakan teh agar dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat. Terima kasih.
Penulis,
Renny Trisnawati, S.Pd., M.Pd.
Widyaiswara Kelompok Kerja Kuliner
BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata
Referensi
- Galih. (2026). Tak Kenal Maka Tak Matcha [Handout/bahan tayang]. PT Delifru.
- Williams, J. L., Everett, J. M., D’Cunha, N. M., Sergi, D., Georgousopoulou, E. N., Keast, R. S. J., & McKune, A. J. (2020). The effects of green tea amino acid L-theanine consumption on the ability to manage stress and anxiety levels: A systematic review. Plant Foods for Human Nutrition, 75, 12–23.