Kick Off Ceremoni Pelatihan dan Pemagangan Guru Kelas Industri Alfamart dan Alfamidi bagi Guru SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Tahun 2026

Depok, 21 Mei 2026 – Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata dengan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. bekerja sama, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan dan Pemagangan Guru Kelas Industri Alfamart dan Alfamidi bagi Guru SMK Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen Tahun 2026.

Acara pembukaan diselenggarakan pada 21 Mei 2026 di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Jl. Raya Parung Km 22-23, Bojongsari, Depok, Jawa Barat, dan dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Human Capital Director PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk, serta pejabat tinggi dari kedua belah pihak.

Program pelatihan akan berlangsung mulai dari 18 Mei s.d. 31 Juli 2026, yang diikuti sebanyak 800 orang guru SMK bidang bisnis manajemen dari berbagai wilayah di Indonesia. Pelatihan ini bertujuan menciptakan keselarasan kompetensi (Link and Match) antara pendidikan SMK dan kebutuhan industri ritel modern. Secara keseluruhan pelatihan ini dilaksanakan sebanyak 150 Jam Pelajaran, yang difasilitasi oleh praktisi Alfamart.

Program ini dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa guru memiliki peran penting sebagai jembatan utama dalam mentransformasikan ilmu dan pengalaman kepada peserta didik.

“Guru adalah jembatan ilmu yang utama. Melalui program bersama PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ini, para guru akan menyelami langsung dinamika ritel modern, mulai dari sistem operasional hingga pelayanan berbasis teknologi. Pengalaman autentik inilah yang akan membantu guru merancang pembelajaran yang lebih segar dan aplikatif di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Human Capital Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Tri Wasono Sunu, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada para guru mengenai dunia kerja industri ritel modern.

“Kami ingin bapak dan ibu guru merasakan langsung bagaimana ritme kerja industri ritel, bagaimana melayani pelanggan, dan bagaimana mengelola sebuah store secara profesional. Pengalaman riil (experience learning) inilah yang nantinya akan bapak dan ibu bawa pulang ke sekolah, untuk ditularkan kepada anak-anak didik kita, sehingga Business Center/Teaching Factory yang ada di SMK tidak lagi sekadar menjadi pajangan, melainkan laboratorium hidup yang melahirkan talenta ritel masa depan.” jelasnya.

Kepala BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Nana Halim, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi pemerintah dengan dunia industri dalam memperkuat pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan dunia industri.

“Pelatihan ini bertujuan untuk menciptakan keselarasan kompetensi (Link and Match) antara pendidikan SMK dan kebutuhan industri ritel modern. Secara keseluruhan pelatihan dilaksanakan selama 150 Jam Pelajaran dan difasilitasi langsung oleh para praktisi Alfamart,” ujarnya.

Melalui program ini diharapkan kompetensi guru SMK semakin adaptif terhadap perkembangan industri, sehingga mampu menghadirkan proses pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja masa kini.

Sumber: Tim Humas

Berita Terkait

Bagikan Berita